evynathyna

Just another WordPress.com site

Cinta Itu Buta January 8, 2012

Filed under: bahasa — evynathyna @ 2:27 am

CINTA ITU BUTA
º Apa itu cinta??
˗ Menurut ensiklopedia Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
˗ menurut 1 korintus 13:4-8
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan sombong. Ia tidak melakukal yang ridak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak marah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menunggu segala sesuatu. Kasih tidak mberkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
Cinta adalah anugrah dari Tughan dan kasih adalah ajaran utama Tuhan Yesus Kristus. Bahkan Than itu sendiri adalah kasih, “Sepaerti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah didalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menurut perintah-Ku, kamu akan tinggal didalam kasih-Ku, seperti aku menurut perintah Bapa-Ku dan tinggal didalam kasih-Nya” (Yoh. 15:9-10)
º Ada beberapa jenis vinta
1. Agape: cinta tanpa pamrih yang berasal dari Tuhan kepada manusia. Cinta yang membutuhkan tanggungjawab bagi sesama, bukan masalah mau atau tidak. Cinta agape tidak mengharapkan balasan atau keuntungan, bahkan siap berkorban demi kebahagiaan umat yang dicintai-Nya.
2. Storge: cinta karena hubungan darah. Sifatnya mau membantu, memberi perhatian, tulus, dalam keadaan apapun ingin melindungi dan saling mengampni, seperti cinta kakak-adik, orangtua dan anak.
3. Filia: cinta persahabatan (teman). Tidak bermaksud mencari keuntungan untuk diri sendiri, terkait dengan tanggungjawab, perhatian, penghargaan dan kesadaran terhadap orang lain.
4. Eros: cinta berahi (seks). Sumbernya pada daya tarik seseorang yang bersifat pribadi dan bukan pada semua orang. Cinta eros menuntut hubungan yang khusus yang membawa pada penyatuan seksual.
Ciri- ciri orang yang sedang jatuh cinta
1. Bila bertemu akan merasa gembira dan ingin selalu berada di dekatnya. (perasaan canggung, bahagia, hatinya berdebar-debar, berbicara tersendat-sendat), tetapi jika berada di tempat berbeda atau jauh, selalu memikirkannya, membayangkan penampilannya, sering tersenyum sendiri, ada peasaan rindu, dan sebagainya).
2. Tidak tertarik pada orang lain, hanya dia, artinya menyukainya sebagai seorang pribadi, mengasuhinya apa adanya, rela berkorban untuknya, dan sebagainya.
3. Mengalami perasaan aneh, sulit digambarkan, tapi membuat yang bersangkutan merasa bersemangat, antusias, mendorongnya untuk merencanakan hal-hal indah bersama orang yang dicintai.
Erich Form dalam bukunya yg berjudul The Art of Loving, mengatakan,” Untuk melaksanakan keempat unsur cinta yang sesungguhnya tidak cukup hanya bermodalkan perasaan, tetapi dibutuhkan kesadaran penuh, bahkan penalaran. Keempau unsur cinta itu adalah:
1. Care (kepedulian)
2. Responsibility (tanggung jawab)
3. Respect (sikap hormat)
4. Knowlegde (penerimaan apa-adanya).
º Cinta itu buta
Banyak orang mengatakan bahwa cinta itu buta. Anda percaya? Kalau Anda tidak, saya percaya.

Ketika seorang pemuda jatuh cinta, ia tidak akan melihat gadis pujaannya itu berasal dari mana, apa pekerjaannya, bahkan sifat-sifat buruknya tidak akan diperhatikannya. Yang ia lihat hanya lah semua keelokan dan kebaikan si gadis, entah kecantikannya, kecerdasannya, atau kelemahlembut annya. Ia pun hanya memikirkan bagaimana caranya menyenangkan gadisnya atau membuat sang gadis menjadi miliknya. Ia tidak mempedulikan omongan miring dari teman-temannya tentang si gadis. Baginya, gadis itu begitu sempurna dan tak ada gadis lain yang dapat menandingi pujaan hatinya itu. Pokoknya gadis itu paling hebat!
Bagaimana kalau Tuhan jatuh cinta, ya? Barangkali cinta Tuhan kepada kita juga buta. Bagaimana tidak buta kalau Tuhan tidak lagi melihat sifat-sifat buruk yang ada pada kita. Bahkan sepertinya Dia lupa kalau kita sering mengkhianati-Nya. Tuhan tidak pernah berhenti mendekati kita. Meskipun kita sering kali menolak-Nya, Tuhan tetap saja datang dan mengulurkan tangan buat kita. Wah hebat betul Tuhan itu! Dia seperti seorang pemuda yang sudah berulang kali datang melamar gadis pujaan-Nya tetapi selalu ditolak. Biarpun lamaran-Nya diterima, Tuhan masih saja dikhianati, dibohongi. Saya kadang berpikir, kok bisa-bisanya Tuhan itu begitu sabar terhadap kita.

Coba hitung, dalam sehari berapa kali kita tidak jujur kepada Tuhan? Sudah berapa kata ejekan yang kita ucapkan kepada sesama? Sudah berapa orang yang kita benci? Atau sudah berapa kali kita merusak dan mengabaikan ciptaan-Nya? Rasanya kita terlalu sering berlaku tidak adil pada Tuhan. Coba bandingkan, jika kita menyimpan barang pemberian kekasih kita dengan begitu baik, apa yang telah kita lakukan dengan alam pemberian Tuhan ini? Tuhan menciptakan alam ini bukan tanpa tujuan. Dia sungguh-sungguh tulus memberi kita alam yang begitu indah. Namun ternyata kita dengan enak merusaknya sehingga tidak heran jika terjadi bencana alam di mana-mana. Yang banjir lah, tanah longsorlah, wah … macam-macam saja ulah kita ini! Namun Tuhan begitu setia kepada kita.

Paskah membuktikan bahwa kita sangat dicintai Tuhan. Seperti yang tertulis di Yohannes 3: 16, Dia rela mati di kayu salib menggantikan kita umat manusia. Dia menjalani hukuman yang seharusnya kita terima. Satu hal penting yang dapat kita lakukan adalah mengubah sikap hidup kita. Mari kita tanggalkan manusia lama kita yang ogah-ogahan menanggapi cinta Tuhan. Seandainya saja Tuhan merasa kita berlaku tidak adil dalam membalas cinta-Nya, apakah kita mau dan siap di-“putus” oleh Tuhan?
Cinta Kristiani itu menghasilkan di dalam hati kita suka cita yang mendalam. Suka cita ini bukan sebuah kenikmatan yang sebentar-sebentar hilang atau yang cepat membosankan. Tetapi suka cita dari Yesus itu akan bertahan terus sampai selamanya. Suka cita ini merupakan pengalaman untuk menyongsong kehidupan dalam Kerajaan Allah. Dengan mengasihi Allah dan sesama kita dengan meneladani Kristus, kita sudah menyiapkan diri dengan benar dan sungguh-sungguh untuk suatu perjamuan abadi di surga, saat kita memandang Tritunggal sebagaimana adanya Dia. Tuhan memberkati

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s